Penanganan Pascabencana Aceh Tamiang Dan Aceh Timur, Mendagri Dan Menko PMK Koordinasi Percepat Bantuan

Rabu, 24 Desember 2025

    Bagikan:
Penulis: Lusius
Menteri Tito Karnavian laporkan kondisi darurat di Aceh Tamiang yang masih dipenuhi lumpur, memicu respons cepat koordinasi lintas kementerian untuk penyaluran bantuan.

Jakarta – Pasca kunjungan kerja langsung ke lokasi bencana, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melakukan pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Pertemuan yang digelar di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (23/12/2025) ini bertujuan membahas langkah konkret penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Kunjungan Mendagri ke dua kabupaten tersebut dilakukan pada hari sebelumnya, Senin (22/12/2025).

Dalam paparannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa Kabupaten Aceh Tamiang mengalami dampak yang cukup parah dibandingkan wilayah lain di Sumatra. Ia menggambarkan kondisi di lapangan yang masih dipenuhi lumpur ketika dilihat dari udara. Kondisi ini menunjukkan tingkat kerusakan yang serius dan membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Mendagri kemudian merinci sejumlah kebutuhan utama masyarakat terdampak. Kebutuhan mendesak tersebut meliputi tambahan bantuan pangan, penguatan pasokan aliran listrik, dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, dibutuhkan pula dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta penambahan personel TNI dan peralatan berat untuk proses pembersihan dan rehabilitasi.

Baca Juga: Buruh Kembali Bergerak, Aksi Demo Di DPR Dan Kemnaker Tuntut Kenaikan UMP Dan UU Baru

Menanggapi laporan tersebut, Menko PMK Pratikno langsung mengambil tindakan responsif dengan melakukan panggilan video bersama sejumlah pejabat terkait. Langkah pertama adalah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, serta Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Dari koordinasi ini, disepakati penyiapan bantuan pangan darurat berupa 1.000 ton beras untuk masyarakat di Aceh Tamiang.

Untuk mempercepat realisasi bantuan pangan, Bupati Aceh Tamiang diminta segera mengirimkan surat permohonan resmi secara digital. Surat tersebut ditujukan kepada Menteri Pertanian/Kepala Bapanas dengan tembusan kepada Mendagri dan Direktur Utama Bulog. Prosedur ini dianggap penting untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan sesuai mekanisme dan tepat sasaran.

Koordinasi juga dilakukan Menko PMK dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Tujuannya untuk memastikan dukungan kelistrikan dan pasokan BBM di wilayah terdampak. Meski pasokan listrik dan BBM telah tersedia, kapasitasnya dinilai belum sepenuhnya mencukupi sehingga memerlukan dukungan tambahan dari pihak terkait seperti PT PLN.

Aspek pemulihan ekonomi masyarakat turut menjadi perhatian. Menko PMK berkoordinasi dengan Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, guna menyiapkan dukungan dan stimulus bagi pelaku UMKM di Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Bantuan ini diharapkan dapat menggerakkan kembali roda perekonomian lokal yang terhambat akibat bencana.

Rencana tindak lanjut meliputi koordinasi dengan Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) untuk penambahan personel. Selain itu, Kemenko PMK akan berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum untuk memperoleh dukungan alat berat. Alat berat tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pembersihan wilayah dari sisa lumpur dan material longsoran di dua kabupaten tersebut.


    Bagikan:
komentar