Masniari Wolf Siapkan Diri Untuk Asian Games 2026 Dan Olimpiade 2028

Senin, 29 Desember 2025

    Bagikan:
Penulis: Goenawan
Dari kegemaran berenang sekali seminggu di Jerman, Masniari Wolf berkembang menjadi juara bertahan SEA Games dan siap bertarung di kancah Asia serta dunia. (Herry/kemenpora go.id)

Jakarta – Kilau tiga medali emas beruntun dari SEA Games Vietnam, Kamboja, hingga Thailand kini terpancar dari pundak Masniari Wolf. Namun, sorotan sang perenang justru telah tertuju jauh ke depan, menatap target yang lebih tinggi: Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan Olimpiade Los Angeles 2028. Pencapaiannya di tingkat regional menjadi fondasi kokoh untuk melompat ke tingkat persaingan global.

Perjalanan atlet berdarah Batak dan Jerman ini dimulai dari rasa cinta yang sederhana. Di usia 11 tahun di Wiesbaden, Jerman, Masniari hanya melihat renang sebagai aktivitas menyenangkan yang ia lakukan sekali seminggu. Tekadnya untuk serius berlatih muncul setelah seorang pelatih melihat potensi besar dalam diri anak kecil itu dan menawarinya untuk bergabung dengan tim yang lebih kompetitif.

Awalnya, Masniari sempat ragu untuk meningkatkan intensitas latihan dari sekali menjadi empat kali seminggu. “Saya sempat tidak ingin lebih banyak berlatih, karena saya hanya ingin menikmati renang,” kenangnya. Namun, setelah beberapa bulan mencoba, ia merasa keputusannya tepat. Di sanalah kecepatan dan bakat alaminya mulai berkembang pesat.

Baca Juga: Edgar Xavier Dan Makna Emas SEA Games 2025 Sebagai Perpisahan Manis Dari Arena

Dalam perjalanan kariernya, Masniari sempat tertarik untuk mendalami gaya bebas (freestyle). Namun, sang pelatih memiliki pandangan lain. Pelatihnya melihat potensi luar biasa pada gaya punggung (backstroke) Masniari dan menyarankannya untuk fokus pada gaya tersebut. Nasihat itu ternyata menjadi titik balik yang mengantarkannya menjadi spesialis andalan Indonesia.

Kemenangan pertamanya di SEA Games Vietnam 2021 menjadi pintu gerbang yang memperkenalkan namanya di dunia akuatik Asia Tenggara. Namun, dari tiga gelarnya, emas di SEA Games Kamboja 2023 memiliki tempat yang sangat spesial di hatinya. “Saya pikir emas Kamboja sangat berkesan,” ujarnya. Ia menyebut persiapan yang intens dan fokus pada pengembangan kemampuan diri saat itu berbuah manis, termasuk mengalahkan kompetitor kuat dan mencetak rekor.

Dengan status sebagai juara bertahan SEA Games, Masniari tidak berpuas diri. Ia menyadari bahwa medali emas di Asian Games dan Olimpiade membutuhkan level persiapan yang berbeda. Target besarnya adalah membawa nama Indonesia bersaing di ajang paling bergengsi di dunia. “Tidak lupa juga persiapan untuk Olimpiade LA 2028,” tegasnya.

Untuk mencapainya, Masniari telah menyusun rencana latihan yang sangat berat. Setelah SEA Games Thailand, ia akan langsung memulai program peningkatan daya tahan fisik dengan berenang sejauh 7 hingga 8 kilometer per hari. Latihan ekstrem ini rencananya akan dilakukan dua kali sehari selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan Asian Games 2026. Fokus utamanya adalah membangun fondasi fisik yang lebih kuat.

Di balik kesuksesan individu, Masniari menyadari peran besar dukungan sistem. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Pengurus Besar Akuatik Indonesia, serta klub Jaq Aquatics yang telah mendukung perjalanan kariernya di Tanah Air. Dukungan ini menjadi modal berharga bagi 'Ratu Gaya Punggung' Indonesia ini untuk terus berenang melampaui batas dan meraih mimpi terbesarnya di panggung dunia.


    Bagikan:
komentar