Dirjen Ahnas Serukan Layanan Humanis Dan Berintegritas Di BP3MI Yogyakarta

Jumat, 02 Januari 2026

    Bagikan:
Penulis: Toriq Hadad
Direktur Jenderal Ahnas menegaskan sumber daya manusia dan integritas sebagai kunci utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat dan kualitas pelayanan penempatan pekerja migran. (dok. kp2mi)

Yogyakarta – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi calon pekerja migran Indonesia, Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), Ahnas, memberikan penekanan khusus pada pentingnya layanan yang humanis dan berintegritas. Hal ini disampaikan langsung oleh Dirjen Ahnas dalam kegiatan pembinaan pegawai di Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Yogyakarta. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda strategis untuk memperkuat fondasi pelayanan di tingkat daerah.

Ahnas menyatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor kunci yang menentukan mutu pelayanan kepada masyarakat. Petugas pelayanan dituntut tidak hanya cekatan dalam memproses dokumen, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap seluruh regulasi yang berlaku. Kombinasi antara kecepatan dan ketepatan berdasarkan regulasi ini diharapkan dapat memangkas waktu layanan dan mengurangi kesalahan administratif.

Lebih dari sekadar urusan administratif, Dirjen Ahnas menyerukan pelayanan yang dilakukan dengan hati. Pendekatan humanis dalam setiap interaksi dengan calon pekerja migran dan keluarganya diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Kepercayaan ini merupakan aset vital yang membentuk reputasi dan keberterimaan lembaga di tengah masyarakat.

Baca Juga: Sinergi Kemendes Dan Kopassus Sosialisasikan 12 Aksi Bangun Desa Ke Pelosok Negeri

Integritas setiap aparatur dinilai sebagai benteng utama dalam menjaga marwah dan nama baik kelembagaan BP3MI. Mengingat petugas berhadapan langsung dengan masyarakat, setiap tindakan yang tidak terpuji dapat dengan mudah mencoreng citra institusi. Untuk itu, Ahnas menegaskan pentingnya membangun sistem pengawasan internal yang kuat serta menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik antar sesama pegawai.

Keberhasilan pelayanan penempatan pekerja migran juga sangat bergantung pada sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dirjen Ahnas menambahkan bahwa penguatan komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait di luar institusi merupakan faktor penentu lain. Kerja sama yang solid diperlukan untuk menciptakan ekosistem pelayanan yang terintegrasi dan efektif.

Untuk memastikan adanya perbaikan berkelanjutan, Ahnas mendorong diterapkannya sistem evaluasi dan pelaporan kinerja yang jelas. Sistem tersebut harus dilengkapi dengan target serta capaian yang terukur, baik dari segi kuantitas maupun kualitas layanan. Mekanisme ini diharapkan dapat memacu peningkatan kinerja dan menjadi bahan evaluasi untuk penyusunan kebijakan yang lebih baik.

Pada akhir arahannya, Dirjen Ahnas mengajak seluruh jajaran BP3MI Yogyakarta untuk bersatu dalam menata pelayanan yang lebih baik. Soliditas tim dan kesamaan persepsi dalam memahami regulasi harus dibangun, didukung pula dengan pembenahan sarana dan prasarana pendukung pelayanan. Hal ini dianggap sebagai langkah konkret untuk mewujudkan transformasi layanan.

Sebagai penutup, Ahnas menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja keras jajaran BP3MI Daerah Istimewa Yogyakarta. Apresiasi ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan penempatan bagi calon pekerja migran Indonesia di tahun 2026 mendatang. Harapannya, semangat humanis dan integritas dapat benar-benar diwujudkan dalam setiap layanan.


    Bagikan:
komentar