NEW YORK - Dunia sepak bola internasional dikejutkan oleh pernyataan kontroversial mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam kota-kota tuan rumah Piala Dunia 2026. Melalui akun media sosial Truth Social, Trump menyampaikan pernyataan yang dianggap banyak kalangan sebagai ancaman terbuka terhadap penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Dalam pernyataannya yang terpotong-potong namun cukup jelas maksudnya, Trump menyatakan bahwa jika terpilih kembali sebagai presiden, ia akan memberlakukan kebijakan keras terhadap kota-kota tuan rumah yang tidak sejalan dengan agenda politiknya. Meskipun tidak menyebutkan secara spesifik kota mana yang dimaksud, ancaman ini langsung menimbulkan kekhawatiran di antara panitia penyelenggara di tiga negara tuan rumah; Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pernyataan Trump ini muncul dalam konteks kampanye politik menuju Pemilihan Presiden Amerika Serikat bulan November mendatang. Analis politik menilai pernyataan ini sebagai bagian dari strategi kampanye Trump untuk memperkuat basis pendukungnya dengan menunjukkan sikap tegas terhadap isu-isu internasional. Namun, dunia sepak bola menilai pernyataan ini dapat mengganggu stabilitas dan keamanan persiapan Piala Dunia 2026 yang telah memasuki tahap akhir.
Respons dari FIFA sebagai badan organisasi sepak bola dunia belum secara resmi dikeluarkan, namun sumber internal menyatakan bahwa pihaknya sedang memantau perkembangan situasi dengan serius. Sementara itu, panitia lokal Piala Dunia 2026 dikabarkan sedang mengkaji dampak potensial dari pernyataan Trump tersebut terhadap kelancaran persiapan turnamen.