PALU - Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah resmi menjalin kemitraan strategis dengan organisasi masyarakat Solidaritas Perempuan Palu. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berfokus pada upaya perlindungan dan pemenuhan hak-hak pekerja migran Indonesia asal Sulawesi Tengah.
Penandatanganan berlangsung di kantor BP3MI Sulawesi Tengah dan dihadiri oleh perwakilan kedua institusi beserta sejumlah stakeholders. Direktur BP3MI Sulawesi Tengah, Ahmad Syafri, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi calon pekerja migran maupun yang sedang bekerja di luar negeri.
Solidaritas Perempuan Palu sebagai organisasi yang memiliki rekam jejak panjang dalam advokasi hak-hak perempuan akan berkontribusi dalam pendampingan hukum dan sosial. Kemitraan ini diharapkan dapat menjangkau kelompok rentan, khususnya perempuan pekerja migran yang sering menghadapi berbagai permasalahan kompleks selama proses pemberangkatan hingga kepulangan.
Program kerjasama yang akan diimplementasikan meliputi pendampingan hukum bagi pekerja migran yang mengalami permasalahan, edukasi hak dan kewajiban sebelum pemberangkatan, serta program pemberdayaan ekonomi bagi mantan pekerja migran. Pendekatan preventif dan kuratif akan dilakukan secara simultan untuk memastikan perlindungan yang komprehensif.
Komitmen kedua institusi ini diharapkan dapat menjadi model kerjasama yang efektif antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil. Sinergi ini diyakini akan memperkuat sistem perlindungan pekerja migran Indonesia dari tingkat daerah hingga nasional, sekaligus mewujudkan tata kelola ketenagakerjaan yang lebih baik.