Mendes Yandri Percepat Pemerataan Ekonomi Desa Di Indonesia Timur Melalui Program TEKAD

Sabtu, 29 November 2025

    Bagikan:
Penulis: Aqeela Inara
Program TEKAD hadir sebagai terobosan strategis untuk menjawab tantangan kesenjangan pembangunan antara wilayah Indonesia Barat dan Timur melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat desa yang komprehensif dan inklusif.

Jakarta, Indonesia – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto secara resmi meluncurkan Program TEKAD (Terpadu untuk Keadilan dan Akselerasi Desa) yang bertujuan mempercepat pemerataan ekonomi desa di wilayah Indonesia Timur. Program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengejar ketertinggalan pembangunan di daerah-daerah pelosok.

Peluncuran program ini didasari oleh data kesenjangan pembangunan yang masih cukup signifikan antara wilayah Indonesia Barat dan Timur. Berbagai indikator pembangunan manusia, infrastruktur, dan akses ekonomi menunjukkan bahwa desa-desa di Indonesia Timur memerlukan intervensi yang lebih intensif dan terpadu.

Program TEKAD dirancang dengan pendekatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan modal, tetapi juga pada pendampingan berkelanjutan dan penguatan kelembagaan di tingkat desa. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan dan memutus mata rantai kemiskinan.

Implementasi Program TEKAD akan memprioritaskan pada pengembangan usaha-usaha produktif yang berbasis pada potensi lokal dan kearifan budaya setempat, sehingga dapat menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

Sasaran program ini adalah masyarakat desa yang tergolong dalam kategori keluarga miskin dan rentan, dengan penekanan khusus pada pemberdayaan perempuan dan kelompok pemuda. Melalui program ini, mereka akan mendapatkan akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan teknis.

Kementerian Desa PDTT akan berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga keuangan mikro dalam implementasi Program TEKAD. Sinergi multipihak ini dianggap krusial untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha mikro di desa.

Monitoring dan evaluasi akan dilakukan secara ketat untuk memastikan program berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai target yang telah ditetapkan. Sistem pelaporan yang transparan dan akuntabel akan diterapkan untuk mencegah penyimpangan.

Keberhasilan Program TEKAD diharapkan dapat menjadi katalisator bagi percepatan pembangunan ekonomi desa di Indonesia Timur. Dengan ekonomi desa yang tumbuh dan mandiri, diharapkan dapat mengurangi arus urbanisasi dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Indonesia.

(Aqeela Inara)

Baca Juga: Wakil Menteri Kemnaker RI Bahas Mitigasi Risiko Dengan Agensi Penempatan Pekerja Migran Di Yunani
Tag

    Bagikan:

Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.